Minuman Khas Medan, Hasil Akulturasi Melayu-Minang


SEBAGAI kota kuliner, Medan tak hanya memiiki Bika Ambon, Bolu Meranti dan Pancake Durian, tetapi juga TST. Minuman dengan komposisi olahan teh, susu dan telur ini menjadi pelengkap bagi yang ingin memanjakan lidah sekaligus menjaga kebugaran.

 TST cukup mudah didapat. Dengan harga yang relatif terjangkau semua kalangan, minuman ini tersedia di hampir seluruh warung kopi di Medan.

Minuman hasil akulturasi budaya Melayu-Minang ini pertama kali dipopulerkan oleh pengelola sederet warkop di Jalan Puri, Medan Area, 1990 silam. Saat ini, TST menjadi teman wajib bagi pria-pria penghobi sepak bola saat begadang menonton pertandingan. Selebihnya, sesuai latar belakang terciptanya menu ini, mereka-mereka yang bekerja keras hingga larut sudah lebih dulu menjadikan TST sebagai suplemen.

Dari Jalan Puri, peluang bisnis sajian TST kemudian menular ke hampir seluruh penjuru Kota Medan. Saat, Jalan Halat, Jalan Bromo, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Amaliun, Jalan Utama, Jalan Setia Budi hingga Jalan Gagak Hitam (Outer Ringroad) menjadi sentra-sentra kuliner yang menyajikan TST sebagai salah satu menu andalan.

"Tidak tanggung-tanggung, penikmat TST ini sangat banyak. Saya bissa kebanjiran pengunjung sampai ratusan orang, apalagi di saat malam minggu," ungkap salah seorang penjual TST di Jalan Puri, Rudi.

Pengamat Wisata Kota Medan, Dedi Nelson Fachrurrozi mengungkapkan kuliner menjadi daya tarik tersendiri untuk meningkatkan brand image Kota Medan. Soalnya, salah satu alasan wisatawan mau berkunjung ke Medan dikarenakan kota ini memiliki beragam menu kuliner khas, yang nyaris tak ditemukan di daerah lain.

“Pangsa pasar wisatawan asing berkunjung ke Medan itu ada dari Malaysia dan Singapura. Walau kedua negara itu ada teh tarik, namun itu berbeda dengan TST. TST memiliki citarasa tersendiri yang sangat khas dan sangat layak untuk dicicipi," papar mantan General Manager Hotel Madani, Medan itu. (Tim Media Dinas Pariwisata)

Keramah-tamahan dan senyum terbaik dalam menyambut wisatawan berharap dapat membuat anda selalu mengingat kota Medan yang kaya akan budaya.

--  Drs. Agus Suriyono --

 Kepala DISPAR kota Medan

Sosial Media

Medan Virtual