Berita Terbaru

Dinas Pariwisata Kota Medan Mengikuti Pekan Raya Jakarta(PRJ) Fair Kemayoran 2017

 

Pekan Raya Jakarta(PRJ) Fair Kemayoran 2017 adalah Event yang di selenggarakan di Ibu Kota Indonesia, event ini merupakan event besar-besaran yang sudah di agendakan setiap tahunnya yang dirayakan di Dki Jakarta. Menurut  PT. Jakarta Internasional Expo (JIExpo) Kemayoran selaku salah satu pihak pengelola Jakarta Fair mengatakan bahwa pelaksaan jakarta fair di tahun 2017 ini akan lebih meriah dibandingkan tahun 2016. Prj ini diselenggarakan mulai dari 8 juni- 16 juli 2017 tepatnya akan hadir dalam 39 hari.

Jakarta Fair adalah pameran terbesar, terlengkap, disni juga tersedia produk otomotif,aksesoris, wisata kuliner produk UMKM unggulan dari daerah masing-masing, peralatan olahraga dsb.

Berbagai hiburan seru disiapkan penyelenggara, di antaranya konser musik spektakuler yang menampilkan band dan musisi papan atas tanah air. Juga ada kontes ratu kecantikan Miss Jakarta Fair, kontes cosplay, karnaval budaya, adan kesenian dari daerah lain.

Penampilan kesenian Pemko Medan yang turut memeriahkan event PRJ yang bertempat di Panggung Budaya, kesenian Pemko Medan melalui Dinas pariwisata Kota Medan ingin mengenalkan budaya yang ada di Sumatera Utara tepatnya Di Kota Medan.

Kesenian Pemko Medan membawakan 14(Empat Belas)Tarian etnis dalam satu penampilan. Walaupun menampilkan dalam sekali penampilan namun mampu menghipnotis pengujung PRJ, dan bagi masyarakat Medan yang menetap dijakarta dapat mengobati kerinduan budaya khas kampung halaman Sumatra Utara. Tarian 14 (Empat Belas) etnis ini Merupakan tarian Khas yang ada di Sumatra Uatara  yang hidup rukun berdampingan dan damai walaupun berbeda etnis dan budaya.

 

                       

Pengunjung juga dapat melihat stand Pemko Medan yang ada di PRJ, pengujung dapat melihat Souvenir- Souvenir Khas Kota Medan. Dan juga Buku panduan wisata yang ada di Kota Medan.

Pesona Simalungun Hipnotis Pengunjung PSB

Pesona Simalungun mampu Hipnotis Pengunjung yang datang Di Panggung Seni Dan Budaya Kota Medan, Sabtu (20/5) Jl. Pulau Penang.

Panggung Seni budaya Etnis Simalungun ini bertajuk “Semalam di Simalungun”, Antusias masyarakat untuk menyaksikan Pertunjukan Kesenian Simalungun ini sangat besar, meskipun sempat diguyur hujan namun tidak menyurutkan animo masyarakat untuk tetap menyaksikannya.

Urban Content Ramaikan PSB Kota Medan

Pekan Seni Budaya (PSB) kembali ramaikan suasana malam di Kota Medan, bertempat di seputaran Lapangan Merdeka, tepatnya di Jalan Pulau Pinang, Sabtu malam (13/05/2017). Berbeda pada pagelaran PSB sebelumnya yang biasanya diisi dengan pertunjukan atraksi seni dan budaya tradisional dari etnis Melayu, Karo dan Toba namun PSB yang ke-4 ini mengusung tema “Urban Content”, dengan penampilan kelompok musik (band) dan stand up comedy untuk menghibur pengunjung. Hal ini dilakukan untuk membuat variasi sekaligus menghindari kejenuhan para pengunjung. Disamping itu PSB juga ingin merangkul penonton dari kalangan kawula muda.

Meriahnya PSB (Panggung Seni dan Budaya) Etnis Toba

 

Panggung Seni Budaya (PSB) yang digelar Dinas Pariwisata Kota Medan telah menjadi alternatif hiburan gratis dan berkualitas bagi warga Medan di akhir pekan. Dari tiga kali pergelaran, jumlah penonton kian bertambah. Pada pergelaran Sabtu (6/5) di Jalan Pulau Pinang, yang menampilkan seni budaya Batak, penonton yang tidak kebagian tempat, harus duduk lesehan di depan panggung.

Pertunjukan drama “Pongol” yang sarat dengan nilai tradisi ini kian memukau penonton. Drama mengisahkan tentang riwayat Manggalae yang mengorbankan jiwa dalam perang mempertahankan Negeri Uluan. Sang Panglima Perang yang tangkas melakukannya dengan kesadaran ksatria. Sang ayah, Raja Rahat berduka setelah melihat tanda Manggalae (putera Mahkota, anak semata wayang) tak kan kembali.

Tetua adat, datu-datu, dan tokoh masyarakat membuat patung, roh Manggalae dipanggil dalam upacara. Sordam dan gondang sabangunan bertalu-talu pelipur lara sang ayah, hingga ayam berkokok. Legenda ini bertahan walau zaman terus bergerak membawa modernitas dan kecanggihan tekhnologi. Legenda ini bersua dengan situasi sosial, ekonomi, politik dan budaya yang mengubah wajah peradaban masyarakat Danau Toba.

Setelah suguhan drama ini, PSB malam itu seolah mendapat puncaknya dengan acara manortor bersama. Panitia mengajak seluruh penonton, termasuk Wakil Walikota Medan untuk manortor bersama. Suasana pun jadi gembira. Dan penonton  tampak puas dan terkesan.  

       

 Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan

Keramah-tamahan dan senyum terbaik dalam menyambut wisatawan berharap dapat membuat anda selalu mengingat kota Medan yang kaya akan budaya.

-- Dra. Naimah Mardhiah Matondang --

Plt. Kepala DISPAR kota Medan

Sosial Media

Medan Virtual