Berita Terbaru

Duta Besar Uni Eropa Kunjungi Medan dan Sumatera Utara

Dalam kunjungannya Duta Besar Uni Eropa, Vincent Guerend mengatakan, Medan merupakan kota ketiga yang mereka kunjungi setelah Bandung dan Surabaya. Selama ini kata Vincent, Uni Eropa memiliki kepentingan kerjasama bilateral dengan pemerintah Indonesia di Jakarta, namun Uni Eropa juga berkeinginan untuk melihat langsung daerah-daerah di Indonesia terutama yang berada di luar Jawa.

 “Kami menilai Medan ini memiliki keunikan budaya tersendiri, begitu juga dengan ekonominya. Sumut juga merupakan provinsi yang strategis, karena memiliki laut juga hutan. Oleh karena itu kami ingin melihat langsung dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama dengan Provinsi Sumut,” ujar Vincent.

Kepada Gubsu, Vincent Guerend mengatakan kunjungan mereka ke Sumut di hari pertama untuk melakukan diskusi dengan masyarakat sipil tentang HAM, toleransi antar umat beragama, lingkungan hidup dan pendidikan. Duta besar juga membuka pameran beasiswa Uni Eropa yang digelar di hotel Aryaduta. Selain bertemu Gubsu, mereka juga bertemu anggota Kamar Dagang dan Industri cabang Sumut.

Pada hari kedua, delegasi akan mengunjungi situs kebudayaan di Medan seperti Gereja Katedral dan Istana Maimun. Selain itu juga akan menyelenggarakan seminar tentang kepariwisataan berkelanjutan di USU. Selanjutnya, delegasi juga akan mengunjungi Pelabuhan Belawan PT Pelindo I untuk mengetahui tentang kegiatan pelabuhan khususnya transportasi dan konektivitas kawasan.

Sedangkan hari ketiga, delegasi akan mengunjungi Unit Konservasi Gajah di Tangkahan. Seperti diketahui Uni Eropa telah memberikan dukungan substansial untuk ekosistem leuser.Uni Eropa sebelumnya sudah mengadopsi bayi gajah yang diberi nama ‘Eropa’ dari Tangkahan sebagai mascot Uni Eropa di Indonesia tahun 2015. Kunjungan ke Tangkahan ini juga bertujuan untuk melihat ‘Eropa’ yang saat ini sudah berusia satu tahun.

Semoga berita ini membuka wawasan kita untuk membangun dan mengembangkan Industri Pariwisata di Langkat khususnya karena Langkat memiliki pengembangan Wisata yang sangat luas seperti :

Ekowisata : 
-  Konservasi Orang Hutan dan hutan lindung di Bukit Lawang
-  Konservasi Gajah  dan hutan lindung di Tangkahan
-  Hutan Manggrove di Pulau Jaring Halus, Pulau Sembilan dan Pulau Kampai

Wisata Religi : 
-  Tarikat Naqsabandiah Syeh Rokan di Babusalam
-   Mesjid Azizi, Madrasah Tertua di Tanjung Pura

Wisata kuliner dan Kerajinan : 
-  Halua di Stabat dan gula aren di Gebang
-  Keramik, tikar, bambu di Hinei dan Gebang
-  Dodol dan Songket di Tanjung Pura
-  Batu Akik di Pangkalan Berandan
-  Belacan di Pulau Kampai Pangkalan Susu

Wisata Sejarah :
-  Sejarah Kesultanan Langkat : Mesjid Azizi, kolam Puteri,  Madrasah Tertua tempat pendidikan para santri, Gedung Bundar, Pusat Seni Budaya Melayu di Tanjung Pura
-  Sejarah Perminyakan dizaman Kesultanan Langkat dengan ditemukannya Telaga Said hingga berdirinya kilang minyak yang bernama BPM setelah NKRI berubah nama menjadi Permina kemudian Pertamina di Pangkalan Berandan.

Wisata Bahari : Pulau Jaring Halus, Pulau Sembilan dan Pulau Kampai.

Semoga kita sukses bersama sama membangun dan memasarkan Industri Pariwisata yang ada di Negeri Langkat.

Keramah-tamahan dan senyum terbaik dalam menyambut wisatawan berharap dapat membuat anda selalu mengingat kota Medan yang kaya akan budaya.

--  Drs. Agus Suriyono --

 Kepala DISPAR kota Medan

Sosial Media

Medan Virtual