Berita Terbaru

Karnaval Batik Medan Cetak Rekor MURI

Dalam rangka memeriahkan ulang tahun kota medan yang ke-427, Pemko Medan melalui Dinas Pariwisata Kota Medan menggelar Event “Pagelaran Multi Etnis Karnaval Budaya Medan” yang berlangsung meriah. Pagelaran ini berlangsung dari 15-16 Juli 2017 di Lapangan Merdeka Kota Medan.

Minggu (16/7) pagi lebih dari 3.000 peserta mengikuti karnaval ini dengan mengenakan Batik Medan, pakaian adat, serta pakaian hasil modifikasi yang sangat menarik. Batik Medan dengan berbagai motif seperti Penari Melayu, Tepak Sirih, Istana Maimun, Becak Medan, Masjid Raya, Payung Melayu, Durian, Bunga Kangkung, Bunga Terong, Kupu-Kupu, Daun Sirih dan Bunga Padi.

Sebelum melaksanakan Karnaval Budaya, seluruh peserta yang terdiri dari pimpinan SKPD, camat, lurah, kepala lingkungan serta masyarakat berkumpul di depan rumah bersejarah, Tjong Afie di Jalan Ahmad Yani .

Selain untuk melestarikan dan memperkenalkan 14 budaya etnis yang ada di Kota Medan, kegiatan ini digelar bertujuan untuk memperkenalkan serta mempromosikan sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun internasional dan juga sebagai hiburan kepada seluruh masyarakat yang selama ini sudah mendukung proses pembangunan di Kota Medan. Atas tingginya antusias masyarakat, karnaval ini pun berhasil mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan kategori Karnaval Mengenakan Busana Batik Medan dengan Peserta Terbanyak. Tercatat, 2.674 peserta karnaval mengenakan pakaian Batik Medan yang merupakan hasil kerajinan para pelaku UMKM di Kota Medan, Ternyata jumlah peserta yang mengenakan batik hasil gagasan Ketua TP PKK dan Dekranasda Kota Medan, Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin SH ini lebih banyak lagi ternyata  jumlah ini berhasil masuk Rekor MURI.

   

 

Oleh karenanya pihak MURI pun memberikan penghargaan dengan kategori Karnaval Mengenakan Busana Batik Medan Oleh Peserta Terbanyak penghargaan ini langsung diberikan pihak MURI kepada Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi  didampingi Ketua TP PKK dan Dekranasda Kota Medan, Wakil Wali Kota, Ir Akhyar Nasution MSi beserta Wakil Ketua TP PKK, Ny Nurul Khairani Akhyar Nasution.

Sedangkan Plt Kadis pariwisata Kota Medan, Budi Hariono SSTP MAP menjelaskan, masuk tujuan digelarnya Karnaval Budaya ini guna memotivasi pembentukan sikap terhadap adat dan seni budaya. Kemudian, melestarikan  dan mengembangkan warisan budaya bangsa serta meningkatkan seni kreatifitas menyangkut kebudayaan dan kepariwisataan yang lebih penting lagi sebagi benteng arus global budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai keluhuran budaya kita. Serta meningkatkan sekaligus mempromosikan pariwisata dan budaya di Kota Medan”,jelas Budi

Selain karnaval batik medan, kegiatan ini diisi dengan tarian kolosal dan tarian etnis yang menggambarkan 14 budaya etnis yan mendiami kota Medan yakni Melayu, Karo, Mandailing, Toba, Simalungun, Angkola, Nias, Minang, Aceh, Jawa, Dairi, Tionghoa, Arab dan India, hiburan band serta luckydraw.

Wali Kota juga menyerahkan bantuan berupa 4 unit kursi roda, 10 unit alat bantu dengar, 10 kaki dan tangan palsu, 10 unit tongkat putih untuk tuna netra, 4 unit tongkat untuk penderita stroke serta pembagian paket berisi roti, minyak goreng, bubuk teh serta sendal untuk 1000 orang kaum difabel (tuna netra, tuna daksa, dan tuna grahita) serta makan siang.

Bantuan itu diberikan bertujuan agar para penyandang disabilitas juga dapat merasakan kegembiraan atas Hari Jadi ke-427 Kota Medan tersebut semoga bantuan ini berguna dan memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita ini,harap Wali kota. Sedangkan di Belawan, Pemko Medan juga membagikan 1.000 kacamata baca untuk lansia dan 1.500 paket makanan tambahan berupa susu, kacang hijau, vitamin untuk anak dan telur rebus mulai 0 bulan sampai 12 tahun.

Keramah-tamahan dan senyum terbaik dalam menyambut wisatawan berharap dapat membuat anda selalu mengingat kota Medan yang kaya akan budaya.

--  Drs. Agus Suriyono --

 Kepala DISPAR kota Medan

Sosial Media

Medan Virtual