Berita Terbaru

Medan Pernah Jadi Het Dollar Land

Siapa sangka, Kota Medan tempo dulu pernah dijulukkan sebagai het dollar land alias tanah uang. Berkat tanahnya yang subur, membuat Tembakau Deli pernah menjadi primadona dunia.

Dulunya Medan dikenal sebagai daerah penghasil tembakau (Tembakau Deli). Dilansir dari wikipedia, pada 1863 menjadi titik munculnya Tembakau Deli. 
 
Saat itu, Sultan Deli memberikan kepada Jacob Nienhuys, Van der Falk, dan Elliot dari Firma Van Keeuwen en Mainz & Co, tanah seluas 4.000 bahu (1 bahu = 0,74 hektare) secara erfpacht 20 tahun di Tanjung Sepassi, dekat Labuhan. Contoh Tembakau Deli pada Maret 1864 dikirim ke Rotterdam di Belanda untuk diuji kualitasnya. Ternyata daun tembakau tersebut sangat baik dan berkualitas tinggi untuk pembungkus cerutu. Hal inilah yang menarik perhatian pemerintah Belanda menandatangani perjanjian tembakau. 
 
Dua tahun kemudian, Nienhuys bersama Jannsen, P.W. Clemen, dan Cremer mendirikan perusahaan De Deli Maatschappij yang disingkat Deli Mij di Labuhan. Pada 1869, Nienhuys memindahkan kantor pusat Deli Mij dari Labuhan ke Kampung Medan. Kantor baru itu dibangun di pinggir Sungai Deli, tepatnya di Kantor PTPN II (eks PTPN IX) sekarang. Dengan perpindahan kantor tersebut, Medan dengan cepat menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan perdagangan, sekaligus menjadi daerah yang paling mendominasi perkembangan di Indonesia bagian barat. 
 
Pesatnya perkembangan perekonomian mengubah Deli menjadi pusat perdagangan yang mashyur dengan julukan het dollar land alias tanah uang. Mereka kemudian membuka perkebunan baru di daerah Martubung, Sunggal pada 1869, serta Sungai Beras dan Klumpang pada 1875.
 
"Dulunya Medan menjadikan Tembakau Deli sebagai ikon kota yang diletakkan pada gerbang balai kota zaman Belanda dan Jepang. Itu pula yang menjadikan lambang PSMS Medan sampai sekarang,” papar Kepala Pusat Studi Sejarah dan Ilmu Sosial (Pusis) Universitas Negeri Medan (Unimed), Ichwan Azhari seperti dikutip dari KORAN SINDO MEDAN. 
 
Kini meski Medan sudah tak lagi dikenal sebagai daerah penghasil Tembakau Deli, bukan berarti melunturkan nilai sejarahnya. Tembakau Deli bisa dijadikan sebagai ikon, bahkan pengingat bagi warga Kota Medan. Inilah yang menjadi kisah anak cucu di masa mendatang. 
 
”Tembakau Deli menjadi terpenting ketiga di dunia dan menjadi magnet dunia. Inilah yang menjadikan Medan saat itu berkembang dengan pesat,” ungkapnya. (Tim Media Dinas Pariwisata)
 

Keramah-tamahan dan senyum terbaik dalam menyambut wisatawan berharap dapat membuat anda selalu mengingat kota Medan yang kaya akan budaya.

--  Drs. Agus Suriyono --

 Kepala DISPAR kota Medan

Sosial Media

Medan Virtual