Berita Terbaru

Noerlen Syrup Oleh-oleh Khas Medan

Sejumlah produk Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Medan mampu mendongkrak industri kreatif dan mendatangkan wisatawan ke Kota Medan. Seperti usaha Noerlen Syrup di Jalan Sei Tuan, Medan. Usaha yang dirintis sejak 1985 itu telah berhasil mengharumkan nama Kota Medan hingga ke pelosok negeri.

Tidak heran bila, setiap wisatawan yang berkunjung ke Kota Medan mewajibkan Noerlen Syrup untuk dijadikan oleh-oleh, karena citarasanya yang khas menjadi alasan sirup markisa, Noerlen Syrup itu banyak digemari.

Tidak sedikit merek sirup markisa yang telah beredar, namun kebanyakan menggunakan bahan campuran sehingga menghilangkan rasa asli dari buah markisa tersebut. Lain halnya dengan Noerlen Syrup yang mampu mengolah buah markisa menjadi sirup dengan rasa buah markisa asli.

 

“Ketika kita meminum sirup markisa Noerlen Syrup, seolah-oleh kita sedang memakan buah markisa tersebut. Rasa buahnya yang sedikit asam masih terasa” papar Pemilik Noerlen Syrup, Rachmi Novianti sepeti dikutip dari laman koran-sindo.com.

 Rachmi mengungkapkan untuk menciptakan cita rasa khas buah markisa Noerlyn Syrup tidak menggunakan bahan campuran atau assen sebagai penguat rasa buah markisa tersebut. Buah markisa yang digunakan benar-benar murni berasal dari buah segar tanpa menggunakan bahan campuran sedikit pun.

 Untuk menjaga kwalitasnya, Noerlen Syrup juga menggunakan gula asli bukan pemanis buatan. Sehingga rasa manis yang dihasilkan dari sirup tersebut sangat alami. Selain itu, kekentalannya sangat beda dibandingkan dengan sirup markisa lainnya. “Kentalnya sama seperti madu. Sehingga satu botol Noerlen Syrup yang 1 liter bisa dicampur dengan 5 liter air dan bisa menghasilkan 24 gelas,” terangnya.

Tidak heran bila harga yang dibandrol pun lebih mahal dibandingkan sirup markisa lainnya. Tersedia berbagai variasi ukuran botol Noerlen Syrup diantaranya ukuran 1000ml, 600ml dan 330ml.

Untuk mendapatkan cita rasa yang unik, Noerlen Syrup juga dapat disajikan untuk campuran jus tomat,pepaya,mangga dan jus buah lainnya. Bahan bakunya yang menggunakan buah markisa asli menjadikan Noerlen Syrup kaya akan vitamin C.

 “Selain mengandung vitamin C, sirup ini juga mengandung karbohidrat yang tinggi. Sehingga layak diminum bagi orang sedang flu. Sirup disajikan dengan air hangat, maka tubuh akan kembali segar,” ujarnya.

 Walau terbilang mahal, namun peminatnya tidak sedikit. Terlebih lagi pada saat bulan Ramadhan, Idul Fitri dan hari-hari besar lainnya. Tingkat produksinya jauh lebih besar dibandingkan hari-hari biasa.

Sebut saja pada Lebaran tahun lalu, tingkat produksi buah markisa yang harus diolah menjadi sirup hampir mencapai 1 ton. “Sebenarnya tingkat produksi pada saat Ramadhan bisa mencapai 3 ton. Namun, tahun lalu tingkat produksinya sedikit menurun disebabkan oleh kurangnya SDM” ungkap Rahmi.

Benar-benar usaha rumahan yang layak diacungkan jempol. Ditengah-tengah banyaknya merek sirup markisa yang telah beredar dipasaran yang menawarkan harga produk jauh lebih murah, namun Noerlen Syrup mampu bertahan dari 1985 sampai sekarang.

Diakuinya, usaha Markisa Asli Family merupakan usaha turun temurun. “Awalnya usaha ini dirintis oleh ibu saya. Noerlen itu diambil dari nama ibu saya. Kwalitasnya yang baik menyebabkan Noerlen Syrup mampu bertahan dan bahkan terus berkembang dari waktu ke waktu” paparnya.

Namun untuk mampu eksis sampai sekarang tidak seperti membalik telapak tangan. Banyak usaha yang telah dilakukan untuk mempromosikan Noerlen Syrup. Selain mengikuti berbagai pameran, kami juga memasarkannya lewat pusat perbelanjaan.

“Sama seperti hasil produk UKM lainnya, untuk memasarkannya kami mengikuti pameran-pameran. Dari event yang kecil hingga event yang besar. Namun ini semua tidak lepas dari dukungan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumut yang selalu mengajak kami untuk mengikuti pameran-pameran hasil produk UKM” ungkapnya.

Tidak hanya memasarkan hasil produksinya dengan mengikuti pameran-pameran di berbagai kota di Indonesia, namun Rachmi juga pernah mengikuti event internasional seperti Pameran Pasar Raya Indonesia II tahun 1997 di Den Haag, pameran Inacraft LifestyleNovember 2009 di Kuala Lumpur Convention Centre, Asia Food Expo November 2009 di Singapura Expo dan sebuah eventpameran di Belanda. Hasilnya, produknya kini cukup dikenal dan permintaan akan sirup markisa Noerlen terus meningkat.      

Sebagai provinsi yang memiliki aneka ragam kuliner yang layak ditonjolkan dan mampu menarik wisatawan asing dan lokal, Rahmi mengharapkan agar pihak Pemprov Sumut melalui Dinas terkait membuat sebuah wadah atau galeri yang dikhususkan untuk memamerkan hasil produk UKM.

“Galeri hasil produk UKM tidak bersifat sementara namun harus bersifat permanen. Sehingga setiap wisatawan yang berkunjung ke Sumut bisa diarahkan ke galeri tersebut. Hal ini bertujuan agar hasil produk UKM Sumut bisa lebih dikenal” ungkapnya.

Selain memproduksi sirup markisa, Markisa Asli Family juga memproduksi sirup lainnya yakni sirup rasa Terong Belanda. Namun sirup Terong Belanda hanya diproduksi bila ada pesanan. (Tim Media Dinas Pariwisata)

Keramah-tamahan dan senyum terbaik dalam menyambut wisatawan berharap dapat membuat anda selalu mengingat kota Medan yang kaya akan budaya.

--  Drs. Agus Suriyono --

 Kepala DISPAR kota Medan

Sosial Media

Medan Virtual